GURU AHLI IJTIHAD

02 Agustus 2018

OLEH : TOTO SUHARYA

Kerumitan kurikulum 2013 melibihi kerumitan kurikulum pendidikan di negara negara maju. Namun inilah kurikulum di negara dengan masyarakat di tanah subur dan makmur.

Kerumitan kurikulum terletak pada penilaian otentik dalam kurikulum 2013 yang harus mengukur ranah knowledge, attitude, dan keterampilan secara bersamaan. Hasil penilaian ini akan dijadikan alat untuk mengambil keputusan naik tidak naik bagi anak.

Fakta dilapangan, anak anak dengan sikap rendah, nilai pengetahuannya baik, diputus naik. Sebaliknya ada anak dengan nilai pengetahuan rendah dan nilai sikap baik. Diputus naik. Satu satunya yg bisa mengganjal siswa tidak naik adalah jika siswa jarang hadir sekolah. Sekalipun demikian jika anak dan lobi orang tua, anak siap berubah prilaku menjadi baik, anak bisa naik kelas juga.

Kesimpulannya, keberhasilan kurikulum 2013 telah dirasa adalah telah melahirkan guru guru ahli ijtihad. Selama ijtihad pendidikan untuk kebaikan anak-anak tidak ada salah bagi guru. Dalam ijtihad pendidikan berlaku hukum, jika ijtihad salah dapat pahala satu, dan kalau benar dapat pahala dua.

Bapak ibu kepala sekolah, selamat berjtihad pendidikan setiap saat untuk kebaikan anak-anak. Tetap optimis tanpa batas...!!! 

(Penulis kepala SMAN 1 Cipeundeuy KBB).